it's all about me !!

Foto saya
This is an Imaginary world . love doesn't require me to be perfect, but it does require me to forgive. visit www.echisechis.tumblr.com

Senin, 09 Juli 2012

LOVE...!!!

                Sebuah undangan pernikahan membuat gadis bermata kelabu itu hampir jatuh pingsan. Bagaimana tidak, karena di surat undangan itu tertera nama pria yang ia cintai.Dan pria itu akan bersanding dengan sahabatnya.

“Justin & Selena”

Brittany Veronica Hudson. Gadis dengan rambut blonde panjang bergelombang ini dengan sukses menangis tersedu-sedu. Dia tidak pernah menyangka, pria yang dia cintai  itu akan mengkhianatinya. Bahkan Justin tega menikahi sahabatnya sendiri, Selena. Justin Drew Bieber dan Selena Marie Gomez akan melangsungkan pernikahannya. Mereka akan mengikat dan meresmikan tali cintanya yang sempat di bangun namun kandas begitu saja. Tak pernah terbesit di dalam pikirannya kalau Justin dan Selena akan menikah.

Malam ini seperti biasanya Brittany atau yang akrab dengan panggilan Britt duduk di balkon kamarnya. Memandang langit-langit sambil membayangkan apa yang akan terjadi saat pernikahan Justin dan Selena berlangsung.

“Britt..”, seseorang dari balkon sebelah memanggilnya dengan nada penuh hati-hati.
Saat Britt tau siapa yang memanggilnya dengan sigap Britt terburu-buru untuk masuk kekamarnya. Tapi usahanya sia-sia, oramg yangf memanggilnya lebih dulu mencengkram tangannya dengan erat.
“Britt I’m so sorry. Suatu saat kamu akan mengerti. Suatu saat kamu akan tau alasan aku melakukan ini semua”
“Just tak pernah terbesit di dalam pikiranku. Tak pernah terpikirkan olehku kalau kamu akan sekejam ini.”
“Britt..”, desis Justin pelan.
“Kenapa kamu tega Just? Apa salahku?!”, tanya Britt dengan emosi sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Justin.
“Maafkan aku. Kamu berhak dapetin orang yang lebih baik dari aku. Tapi itu bukan aku Britt.”, beberapa menit berlalu dengan kesunyian yang menyelimuti “Kamu akan selalu ada di hatiku Britt”


***

Hari yang sudah lama di tunggu-tunggu oleh keluarga besar Bieber dan Gomez-pun datang. Brittany sudah siap dengan dress hitam dan heels dan tas tangan yang senada dengan warna bajunya. Make up naturalnya tidak makin membuat wajah mungil Brit semakin cantik. Brittany masuk ke dalam mobil kakaknya, Tracy Will Hudson.
Sepanjang jalan menuju hotel tempat pernikahan Justin dan Selena berlangsung, gadis dengan wajah mungil dan tirus itu terdiam dan sibuk berkutat dengan pikirannya. Masih ada secercah harapan di hati Britt untuk Justin membatalkan pernikahannya.
“Britt kita sudah sampai”, gadis itu baru tersadar bahwa mereka sudah sampai.
“Kau yakin aku bisa?”
Come on, you’re strong. Aku percaya kamu bisa bertahan”, genggaman Tracy semakin erat.
“Iya Trace kau benar. Aku harus bisa bertahan dengan senyum yang akan selalu mengembang di bibirku. Aku masih harus bertahan untukmu, Mommy, Daddy dan bahkan aku akan bertahan untuk Justin dan Selena.”
You can do it, my angel



Dekorasi, nuansa romantis seakan membuat napas gadis cantik itu tercekat.

Everythings cool, yeah
Its all gonna be okay, yeah
And I know maybe I’ll even laugh about
It someday, but no today, no..
Cause I don’t feel so good, I’m tangled
Up indide. My heart is on my sleeve
Tomorrow is a mystery to me

“Menurutku semua akan terus berputar, akan terus melangkah maju. Begitu pula dengan pernikahan ini. Hari ini akan terjadi pernikahan yang tidak pernah terbayangkan olehku. Dan itu saja sudah membuat aku semakin berpikir bahwa hari esok adalah teka-teki baru”, batin gadis ini lemah.

And it might be wonderful
It might be magical
It might be everything
I’ve waited for, a miracle
Oh but even if I fall in love again with someone new
It could never be the way
I loved you..

“Trace aku akan menyimpan perasaan ini. Akan ku kubur ini jauh-jauh dan akan ku jadikan kenangan. Tapi bila aku harus mencintai yang lain, rasa cintaku kepadanya tidak akan berkurang”, bisik Britt pelan.

Letting you go is
Making me feel so cold
And I’ve been trying to
Make believe it doesn’t hhurt
But that makes it worse yeah
See i’m a wreck inside
My tounge is tied
And my whole body feels so weak
The future may be all i really need

“Merelakan dia pergi, membuat duniaku menjadi sepi. Tapi aku akan tetap mecintainta,  sama seperti dia mencintaiku –dulu- “, sahut Britt lagi dengan menekankan setiap kata yang terlontar dari mulutnya.


Britt dan Tracy mengucapkan selamat kepada Selena. Tak lupa mereka memberikan senyum yang paling indah. Terlihat jelas dari mata Selena bahwa ia menyesal.
“Maaf Britt, ini diluar dugaanku dan Justin. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu---.”
Sebelum Selena melanjutkan penjelasnya, Britt sudah terlebih dahulu memotongnya “ Sudahlah. Aku tidak apa-apa. Happy wedding, my bestie
Thank you so much
Dan inilah yang sudah di nantikan oleh gadis lugu yang kini berpelukan dengan Selena. Justin muncul dengan Tuxedo putihnya.
“Justin kau terlihat tampan dengan tuxedo itu”
Justin hanya membalas dengan senyum dan tatapan nanarnya.





Acara berlangsung dengan meriah. Kini Britt terduduk di taman hotel sendiri. Ia meninggalkan Tracy bersama kekasihnya. Britt memandang langit-langit sambil terus membayangkan semua yang telah terjadi kepadanya.

“Aku bisa, aku pasti bisa.”, jerit Britt pelan.
“Hei tidak baik untuk seorang gadis duduk di luar malam-malam seperti ini”, seseorang datang menghampiri dan duduk di sebelah Britt.
“Ah kau Just. Mau apa kau kemari? Acaranya sudah selesai? Aaah sebaiknya aku mengajak Trace pulang. Kenapa dia tidak memanggilku pulang”
Britt beranjak dari duduknya sambil memasang senyum pahitnya.
“Maaf Britt. Maaf.”
“Maaf? Hanya maaf? Untuk apa Just?”
“Britt  ma---.”
Stop Just. Hentikan sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Hoe dare you used my favorite colors as the theme for your wedding?”
Saat Britt baru saja menginjakan kakinya di dalam Ballroom, gadis itu tentu melihat dan sangat menyadari nuansa putih dan ungu. Warna yang Britt sangat sukai.
How dare you used my favorite flowers as your decoration?”
Di dalam Ballroom dimana-mana terlihat bunga mawar putih meghiasi setiap sudut ruangan. Dan itu bunga kesukaan britt.
How dare you to set our anniversarry as your wedding day?”
Beberapa bulan sebelum Justin menlangsungkan pernikahannya, mereka pernah membicarakan atau lebih tepatnya menghayal tentang pernikahan mereka kelak. Dan semua dekorasi dekorasi dan bahkan gaun yang Selena pakai adalah semua yang pernah mereka bicarakan.
And the themesong Just? How dare you use our themesong for the ceremony?”
Lagu tema yang Justin pakai pun, adalah lagu yang mereka berdua sering nyanyikan. Kini tangisnya tak tertahankan.
“Just jawab aku.” Desis gadis itu lemah.
It’s because, because  this is the only way I could pretend that you’re my bride. MY BRIDE”, setiap kata yang keluar dari mulut pria bermata hazel ini terasa sangat berat saat sampai di hatinya.
“Bitt, kamu harus tau aku membuat semuanya sama dengan apa yang kita rencanaka itu karena.. karena aku ingin menganggap mempelaiku adalah kamu.”
Justin menggenggam tangan Britt dengan erat dan lembut. Mata mereka saling bertatap, kepala Britt seakan sakit saat seketika semua yang mereka berdua lakukan-dulu-.
Dengan lembut dan perlahan gadis itu melepaskan tautan tangannya dengan lembut, “Lupakan aku Just. Ku mohon lupakan aku, cintai Selena seperti dulu kamu mencintaiku. Jaga dia dan jangan sakiti dia. Aku yakin kau tidak akan menyesal menikahinya. Sekali lagi selamat menempuh hidup baru”, sebelum Britt meninggalkan Justin, Britt menyempatkan dirinya untuk menepuk pundak Justin.
Dalam hitungan beberapa detik saja Britt sudah tenggelam dalam pelukan Justin bersamaan dengan airmata yang mengalir dari pelupuk mata gadis mungil itu.


***


 Tidak terasa enam tahun berlalu...
“Daddy, daddy sedang membaca apa? Serius sekali”
“Daddy sedang membaca surat dari seseorang yang dulu dad cintai.”
“Apa itu Mom?”
“Bukan sayang. Sini duduk disebelah Dad.”
“Lalu siapa?”
“Namanya Brittany Veronica Hudson.”, senyum Ayah dari anak manis itu mengembang.
“Sama denganku. Aku yakin aunty Britt cantik seperti aku”
“Tentu saja sayang. Hei ini sudah malam, ayo Dad antar ke kamar”
Pria itu menggendong anak gadisnya yangbaru berusia 4 tahun, “Dad sekarang dia dimana?”
“Dia disana bersama Mommy”

Dua tahun setelah menikah, Justin dan Selena mendapatkan seorang putri bernama Brittany Veronica Bieber. Justin dan Selena sengaja memakai nama Britt untuk mengenangnya. Kesehatan Britt menurun setelah hari yang menyakitkan itu. Leukimia yang di deritanya selama dua tahun itu, akhirnya merengut nyawanya. Tapi gadis itu meninggalkan sepucuk surat:

Justin, maafkan aku karena menyembunyikan ini semua darimu. Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya saja aku tidak mau kau cemas. Membayangkan kau akan cemas saja, napasku tercekat. Aku menderita penyakit ini sejak dua tahun yang lalu. kalau saja aku bisa memilih untuk sembuh dari penyakit ini, aku bisa saja membatalkan pernkahan kau dan Selly. Tapi kenyataan berbeda, aku tidak mampu melihatmu menyesal. Tapi aku percaya Tuhan memberikan penyakit ini kepadaku agar aku bisa melakukan yang terbaik di hari-hari terakhirku. Yang aku lakukan kemarin bukan pengorbanan tapi adalah kebahagiaan buatku untuk merelakan kau bersama sahabatku Selly. Aku percaya dia yang terbaik untukmu. Ingat jangan merasa bersalah karena menikahi sahabatku itu. Aku sangaaaaaat yakin kau akan bisa bahagia bersamanya.
Simpan rasa yang pernah ada sebagai kenangan Just.
Cintaku akan selalu untukmu.

Gadismu, Brittany Veronica

Selena? Setelah melahirkan si kecil Brittany, Selena meninggal dunia. Sebelum Selena pergi ia sempat berpesan “Just cari Mommy untuk si kecil Britt.”
Tapi hingga kini, Justin belum menemukan wanita lain. Perjodohan konyol yang orang tua mereka lakukan membuat Justin enggan untuk menikah lagi. Di dalam hatinya hanya ada Britt dan Selly, tidak ada yang lain.







“Pengorbanan itu akan ada selama cinta itu tertanam di hati kita. Sebaiknya pikirkan baik dan buruknya.” –Brittany Veronica Hudson-

“Memilih itu adalah rintangan selama kita masih hidup di bumi ini” –Justin Drew Bieber-

“Seandainya aku bisa memilih? Aku tidak akan jatuh dalam perjodohan ini. Tapi Obey is a Must.”-Selena Marie Gomez-

“Pengorbanan itu bukan ke sia-siaan. Tapi awal dari kebahagiaan yang tertunda” –Author-



-END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar